Terkait LHP BPK 2021, Pansus DPRD Lampung Beri Tenggat 12 Juli 2022 untuk Bayar Kerugian Negara

TERASLAMPUNG.COM — Terkait temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2021, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Lampung kembali mengingatkan kepada pihak yang masih belum mengembalikan uang ke kas daerah untuk segera mengembalikannya kepada kas negara.

Menurut Ketua Pansus, Joko Santoso, berdasarkan temuan BPK ada kerugian negara hingga miliaran juta rupiah sehingga tidak ada alasan bagi pihak yang dimaksud BPK tersebut untuk tidak mengembalikan uang negara.

“Kami  memberikan tenggat hingga 12 Juli 2022. Jika tidak dikembalikan juga, biar diusut aparat penegak hukum,” kata politikus PAN itu, Senin (6/6/2022).

Menurut Joko, berdasarkan LHP BPK ada kewajiban mengembalikan uang negara oleh sejumlah UPTD di Lampung. UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH), misalnya, jumlahnya sebesar  Rp150 juta dan dua rekanan yang mengerjakan proyek Gedung Perawatan Bedah dan Gedung Perawatan Neurologi RSUDAM senilai Rp2,96 miliar.

Joko Santoso mengatakan, Kepala UPTD Laboratorium DLH Yulia Mustika Sari juga pernah memiliki persoalan serupa dan telah mengembalikan uang senilai Rp68 juta pada tahun 2016.

“Namun untuk LHP 2021 ini kami belum mendapat laporan terkait pengembalian dana dari UPTD Laboratorium DLH. Begitu juga dengan dua perusahaan rekanan yang mengerjakan proyek 2 Gedung di RSUDAM yakni Gedung Perawatan Bedah dan Gedung Perawatan Neurologi RSUDAM senilai Rp2,96 miliar,” katanya.

Joko Santoso menyebutkan, pihak-pihak tersebut diberikan waktu 60 hari untuk mengembalikan kerugian negara tersebut ke Kasda, terhitung sejak 12 Mei lalu. Apabila sampai 12 Juli tidak mengembalikan dana, maka APH bisa masuk secara otomatis sesuai Undang-Undang.

“Pihak-pihak tersebut, harus segera mengembalikan dana paling lambat 12 Juli 2022. Dan itu tidak boleh dicicil, harus secara keseluruhan. Kalau tidak dibayar lebih dari 60 hari, aparat penegak hukum secara otomatis bisa masuk mengurusi masalah ini,” tandasnya.