Rumah Demokrasi Lakukan ‘Counter’ Narasi Tunda Pemilu 2024 dengan Lagu Dangdut

TERASPARLEMEN.COM, JAKARTA — Bersamaan dengan peringatan Hari Musik Nasional (HMN) yang jatuh pada 9 Februari,  Rumah Demokrasi menggulirkan penangkalan (counter) narasi tunda Pemilu 2024 dengan lagu dangdut.

“Genre yang dipergunakan adalah dangdut. Pesan ini memperkuat pernyataan Presiden Joko Widodo untuk tetap tunduk, taat dan patuh terhadap Konstitusi dan UUD 1945 (5/3/2022). Diharapkan dengan lagu dangdut tersebut, semakin tersosialisasi wacana untuk tolak tunda Pemilu,” kata pimpinan Rumah Demokrasi, Ramdansyah, dalam rilisnya Rabu (9/2/2022).

Menurut Ramdansyah, pernyataan  Presiden Jokowi sudah teramat jelas bahwa wacana adalah bagian demokrasi, tetapi pelaksanaannya patuh pada konstitusi.

“Ini tidak bisa ditafsirkan otomatis Presiden menyetujui tunda Pemilu 2024 selama sejalan dengan konstitusi,” kata Ramdansyah.

Rumah Demokrasi menganggap sangatlah riskan di tahun-tahun politik membuat keputusan kontroversial meskipun legal.

“Jika dipaksakan, maka akan mudah ditolak oleh koalisi masyarakat sipil. Juga, hal ini akan mudah menjadi perlawanan habis-habisan dari kelompok Koalisi 212,” kata dia.

Counter narasi dengan menggunakan genre dangdut, menurut Ramdansyah, merupakan pilihan. Alasannya, dangdut adalah musik identitas kelas menengah ke bawah.

Menurut Ramdansyah, dengan dangdut maka dapat dilakukan counter masif terhadap kekerasan simbolik yang memaksakan narasi lain terhadap keinginan Presiden Jokowi untuk tetap tunduk, taat dan patuh terhadap konstitusi.

“Pasal Pasal 22E Ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Dengan begitu, seharusnya pemilu yang akan datang juga tetap digelar pada 2024,” katanya.

Ramdansyah mengatakan, musisi tengah terkendala oleh pandemi Covid 19, tetapi musik tidak pernah berhenti untuk menyampaikan pesan. Dengan musik pesan akan tersampaikan dengan asyik dan jauh dari intrik.

“Bahwa Presiden Joko Widodo sudah menyatakan penolakan terhadap tunda Pemilu, tetapi upaya untuk terus membangun wacana tunda masih ada. Ada juga yang berpikiran bahwa pernyataan Presiden membuka celah amandemen Konstitusi. Untuk itu, Rumah Demokrasi akan terus menyuarakan Pemilu (tetap) 2024 dengan lagu. Dimulai dari lirik lagu nasional, kemudian lirik lagu Banyumasan dan daerah-daerah lain. Adapun tujuan kampanye ini agar kita semua tetap tunduk, taat dan patuh kepada Konstitusi kita, Pasal 22E ayat (1) UUD 1945,” tandasnya.

TERASLAMPUNG.COM