Proyek Gedung Rp60 M di RSUAM, Komisi V DPRD Lampung Minta Dihentikan Sementara

TERASLAMPUNG.COM — Komisi V DPRD Lampung meminta pembangunan dua gedung Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) yang menjadi sorotan publik dalam beberapa hari teraskhir  untuk dihentikan pengerjaannya sementara  sampai ada penjelasan dari konsultan teknis bersertifikat.

Dua gedung yang dinilai bermasalah tersebut adalah Gedung Perawatan Bedah Terpadu yang dibangun dengan nilai Rp38 miliar dan Pembangunan Gedung Perawatan Neurologi RSUDAM sebesar Rp22 miliar.

Proyek dua gedung itu disorot publik karena ada ‘keanehan’. Ada indikasi pembangunannya tidak sesuai spesifikasi. Bangunan gedung terlihat miring hingga 20-an cm karena diduga adanya pergeseran atau amblas di lantai dua hingga 30-an cm. Kondisi itu dinilai membahayakan jika tetap dilanjutkan dan kemudian dipakai untuk kegiatan.

“Nanti biar konsultas yang menjelaskan apakah pembangunan gedung itu layak dilanjutkan atau tidak,” kata Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, Senin (6/6/2022).

Yanuar mengatakan, penghentian sementara pembangunan gedung tersebut bukan berarti proyek dihentikan atau tidak berlanjut.

Menurut Yanuar, konsultan teknis bersertifikat harus melakukan penilaian secara obyektif sesuai kondisi fisik bangunan apakah layak dilanjutkan atau tidak pembangunannya.

“Karena gedung itu dibuat untuk tujuan mulia yaitu untuk pelayanan publik di bidang kesehatan, maka pengerjaannya harus sesuai dengan spesifikasinya. Jangan sampai merugikan orang banyak,” tandasnya.