Pro-kontra Pembangunan Masjid Raya, Ini Kata Ketua DPRD Lampung

TERASLAMPUNG.COM — Pro-kontra rencana pembangunan  Masjid Raya Lampung di kawasan  Gedung Olah Raga (GOR) Saburai dan Taman Gajah, Bandarlampung, mendapatkan perhatian dari Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay. Menurut Mingrum, pihaknya mendukung pembangunan masjid yang disebut akan menjadi masjid termegah di Lampung tersebut.

Alasannya, meskipun akan dibangun pihak swasta (keluarga Aburizal Bakri), tetapi  masjid tersebut nantinya akan tetap menjadi aset milik  Pemprov Lampung.

“Kami mengingatkan agar pelaksanaannya juga harus sesuai dengan ketentuan, yakni selesaikan terlebih dahulu sesuai prosedur dan tidak menabrak aturan hukum. Nanti pengelolaannya bisa dilakukan oleh sebuah yayasan yang dibentuk Pemprov Lampung. Prinsipnya kami mendukung,” katanya, Sabtu (4/6/2022).

Selain soal menakisme, Mingrum juga menyoroti soal perlunya mencari lahan pengganti untuk membangun GOR. Menurut Mingrum, itu perlu dilakukan agar pembangunan masjid tersebut tidak menyalahi peraturan. Utamanya adalah Peraturan Kementerian Olahraga.

“Ya, semuanya harus jelas dan tuntas. Jangan sampai membangun masjid megah tetapi menabrak aturan yang ada. Sepanjang sesuai aturan, kami mendukung,” katanya.

Beberapa pekan terakhir rencana pembangunan masjid termegah di Lampung itu menuai pro-kontra karena akan dibangun di lahan yang sudah ada bangunannya. Yaitu bangunan lama yang baru diperbarui tetapi belum tuntas, yaitu GOR Saburai, dan Taman Gajah.

Renovasi GOR Saburai menghabiskan dana miliaran rupiah. Sedangkan bangunan baru Taman Gajah yang baru diresmikan Gubernur Lampung Ridho Ficardo pada 2018 itu mengabiskan anggaran tak kurang dari Rp12 miliar.