Kasus PMK Meningkat di Dua Kabupaten, Ini Kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Lampung

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Ketua Komisi V DPRD Lampung Budi Yuhanda meminta OPD harus segera melakukan koordinasi dengan cepat dan melakukan penanganan kasus penyakit mulut dan kuku. Menurutnya, kasus PMK di Lampung terutama di Lampung Tengah dan Lampung Selatan meningkat tajam, sehingga perlu ada langkah-langkah taktis agar penularan tidak meluas.

“Sistem penularan yang terjadi pada PMK sangatlah cepat, karena radius 10 meter antar hewan bisa terjangkit. Artinya, ketika dalam satu kandang terjangkit virus tersebut, dengan hitungan waktu yang cepat bisa langsung tertular. Ini perlu penanganan khusus, namun fakta dilapangan dinas terkait terkesan lamban. Kita sebagai wakil rakyat sangat prihatin, apalagi selaku ketua HPDKI,” katanya, Kamis (4/8/2022).

Menurutnya, koordinasi dinas yang menangani hewan ternak di tingkat provinsi dan kabupaten harus baik dan cepat bergerak agar kondisi menjadi lebih baik.

“Kalau tidak, nanti akan banyak peternak yang merugi,” katanya.

Ia mengatakan, dua kabupaten yaitu Lampung Tengah dan Selatan kasus PMK. Kasus terparah, kata Yuhanda, ada di Kabupaten Lampung Tengah yaitu mencapai 40 persen.

“Tentu, hal tersebut butuh keseriusan dari semua pihak, jangan lamban dan terkesan tidak tanggap. Koordinasi harus ditingkatkan, jangan lamban. Ini akan berdampak pada ekonomi masyarakat, khususnya peternak dan rumah potong hewan,” tandasnya.