Beranda Nasional Bertemu Jokowi, Ketua DPD RI Sampaikan Masalah Ketahanan Pangan

Bertemu Jokowi, Ketua DPD RI Sampaikan Masalah Ketahanan Pangan

62
0
BERBAGI

TERASPARLEMEN.COM — Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, kembali bertemu empat mata dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan bertajuk rapat konsultasi tersebut berlangsung Rabu (13/5/2020) siang.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam itu, Ketua DPD menyampaikan beberapa masukan strategis terkait ketahanan di sektor kesehatan, sektor pangan, dan sektor sosial. Ketua DPD RI juga menyampaikan perlunya dukungan pemerintah dalam penguatan dan perluasan peran, tugas dan fungsi DPD RI.

“Intinya saya hanya melakukan penajaman terkait upaya eksekutif dalam konteks pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 ini. Melalui tiga ketahanan yang strategis, kesehatan, pangan dan sosial,” tandasnya usai pertemuan.

Terkait ketahanan sektor kesehatan, Ketua DPD menyinggung soal kampus UGM yang telah berhasil membuat prototipe ventilator yang standar digunakan di ruang ICU. Sehingga menurutnya, saatnya karya anak bangsa ini diproduksi massal, mengingat harganya yang jauh di bawah harga internasional.

Terkait ketahanan sektor pangan, LaNyalla meminta pemerintah mengajak swasta nasional untuk investasi dengan pola kemitraan dengan petani, peternak, petambak, dan nelayan.

“Dengan pola kemitraan, petani terjamin dari sisi modal dan teknologi serta serapan hasil panen. Apalagi jika kita memasuki musim kemarau, akan berat bagi petani tanpa mitra,” kata dia.

Ia juga menyinggung ketahanan sosial dengan program penyerapan tenaga kerja di sektor pangan dan konstruksi yang bisa dilakukan pemerintah dalam menangani badai PHK atau pengangguran terbuka di daerah.

“Semua bisa dihitung dan sudah ada beberapa ahli yang membuat pemetaannya. Misalnya, program hutan industri, dengan luas 200 ribu hektar, dengan biaya APBN Rp 1 trilyun, bisa menyerap 300 ribu tenaga kerja. Atau di sektor perikanan, dengan APBN Rp 1,5 triliun bisa membuat 1.000 kapal tangkap dan 10 ribu hektaer areal budidaya, ini bisa menyerap 200 ribu tenaga kerja,” kata mantan ketua KADIN Jawa Timur ini.

Loading...