Akademisi Lampung: Moeldoko Sebaiknya Mundur Sebagai Ketua KSP

  • Bagikan
Dr. Andi Desfiandi

TERASPARLEMEN.COM — Imbauan Moeldoko segera mengundurkan diri sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyusul terpilnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat kian kencang. Desakan itu salah satunya datang dari akademisi yang juga pendukung setia Jokowi sejak Pilpres 2014, Dr. Andi Desfiandi.

Melalui beranda akun Facebook miliknya, Andi pada Sabtu (6/3/2021) menulis: Sebagai pendukung setia pakde sejak pilgub 2012, pilpres 2014 dan pilpres 2019 saya meminta dengan hormat Bp. Moeldoko untuk meletakkan jabatan sebagai Kepala KSP. Agar pakde (maksudnya Jokowi) tidak terbebani dengan intrik dan ambisi politik pak Moeldoko sehingga pak Moel fokus kepada perjuangan ambisi politiknya.

Andi mengaku memiliki alasan kuat Moeldoko mesti mengundurkan diri. Menurutnya, pengunduran diri itu terkait dengan etika dan agar tidak ada kesan Istana berada di belakang pengambilalihan Partai Demokrat.

“Apa lagi, Kepala KSP yang ‘seolah-olah’ adalah lingkaran dekat istana dan kekuasaan.¬†Karena sangat mudah bagi oposisi untuk mengaitkan Pak Jokowi seolah membiarkan anak buahnya langsung melakukan manuver politik di Partai Demokrat,” katanya kepada Teraslampung.com, Minggu (7/3/2021).

Andi mengatakan, meskipun pemerintah tidak bisa melakukan intervensi masalah internal sebuah partai manapun, tetapi karena yang melakukannya adalah pejabat negara dalam lingkaran istana maka akan menimbulkan opini yang kurang baik bagi pemerintah.

“Semestinya beliau memang konsisten. Beberapa waktu lalu Pak Moeldoko menyatakan bahwa Pak Jokowi tidak terlibat apa pun atas manuver beliau. Beliau dengan tegas juga menyatakan jangan ganggu dan libatkan pesiden dalam masalah ini. Maka sudah sepantasnya beliau konsisten dengan pernyataannya dan juga menunjukkan jiwa besar dan patriotismenya untuk melindungi nama baik pemerintah dengan mundur dari jabatan tersebut,” katanya.

Menurut Andi, ada baiknya Moeldoko membiarkan  pemerintah terutama Presiden Jokowi fokus dengan penyelesaian permasalahan pandemi Covid-19 dan aneka masalah lain.

“Dan Pak Moel silakan fokus dengan langkah politiknya sendiri. Silakan saja Pak Moel mengekspresikan minat dan ambisi politiknya karena itu merupakan hak beliau yang juga dijamin oleh konstitusi,” katanya.

  • Bagikan